PEKERJA SOSIAL KEMBALI DAMPINGI SIDANG ABH DI PENGADILAN NEGERI TANAH BUMBU

KABAR DINSOS (04/10) –  Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) adalah salah satu permasalahan serius yang ditangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu. Pasalnya, sejak bulan Januari sampai Oktober 2018, terhitung sudah sekitar 37 kasus ABH masuk ke Dinas Sosial baik anak sebagai pelaku tidak pidana, korban tindak pidana, maupun anak sebagai saksi.

Penanganan anak berhadapan dengan hukum sendiri tergolong panjang, bahkan tak jarang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Hal ini terjadi karena proses penanganan ABH melibatkankan beberapa instansi terkait seperti kepolisian dan Pengadilan Negeri. Dalam keseluruhan proses tersebut terdapat tiga alur utama yang harus dilewati oleh ABH meliputi penyidikan di Kepolisian, pra penuntutan dan penuntutan di Kejaksaan, serta persidangan di Pengadilan. Khusus untuk ABH anak korban yang mengalami traumatis pasca kejadian bahkan harus mengikuti beberapa kali sesi terapi psikologis untuk pemulihan kejiwaannya.

Ahmad Murdhillah, Sakti Peksos berkoordinasi dengan pihak PN pra persidangan di Pengadilan Negeri Batulicin Tanah Bumbu

Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu melalui pekerja sosial dan sakti peksos perlindungan anak turut melakukan pendampingan terhadap anak berhadapan hukum di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Hal ini dilakukan karena pekerja sosial seperti yang tertuang dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak mempunyai hak untuk melakukan pendampingan terhadap ABH, baik itu dalam proses penyidikan, diversi, terapi, maupun saat persidangan. Ada dua persidangan ABH yang telah didampingi oleh pekerja sosial pada minggu ini yaitu kasus eksploitasi seksual pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 dan kasus pencabulan pada hari Kamis, 4 Oktober 2018. Selain mendampingi anak selama dalam persidangan, pekerja sosial juga memberikan penguatan dan motivasi kepada anak korban untuk mempersiapkan anak agar berani menghadapi persidangan, mengingat rata-rata anak yang menjadi korban tindak pidana pernah mengalami trauma terhadap kejadian yang dialaminya. (Rz)

“Cara masyarakat memperlakukan anak-anak tidak saja mencerminkan kualitas kepeduliannya melindungi anak-anak, melainkan mencerminkan juga perasaan keadilan dan komitmennya terhadap masa depan mereka serta niatnya untuk meningkatkan kondisi kemanusiaan, generasi penerus bangsa.” (Javier Perez de Cuellar, Sekjen PBB tahun 1982-1991)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *