Penanganan Anak Berhadapan Hukum (ABH)

KABAR DINSOS (22/02) – Perlindungan anak merupakan segala bentuk kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak beserta hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 1 ayat 2 UU Perlindungan Anak). Sedangkan perlindungan Hukum Anak merupakan upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak (Fundamental Rights and Freedom of Children) serta berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. Oleh karena itu setiap anak berhak untuk mendapatkan perlindungan baik terhadap anak yang menjadi korban tindak pidana/ kekerasan, maupun anak yang berhadapan dengan hukum.

Diversi ABH

Kasus-kasus anak berhadapan dengan hukum di Kabupaten Tanah Bumbu sendiri cukup signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir dimana sebagian besar merupakan kasus pencurian. Kasus terakhir yang ditangani oleh Dinas Sosial adalah pencurian uang dan ponsel di wilayah kecamatan Simpang Empat yang dilakukan oleh segerombolan anak di bawah umur. Setelah melalui proses Diversi yang dilaksanakan pada tanggal 19 Pebruari 2018 bertempat di Polres Tanah Bumbu disepakati bahwa anak akan ditipkan ke Pesantren Darul Falah Gunung Besar. Diversi tersebut dihadiri oleh Sakti Peksos Anak Kabupaten Tanah Bumbu, P2TP2A, Korban, Kasi Rehsos Anak, Kabid Rehsos, Polisi, serta Kepala Dinas Sosial.

 

Penyerahan anak kepada pengasuh Ponpes Darul Falah, Guru Muhammad Jarni

Penyerahan anak di Pesantren sendiri bukan semata-mata ingin menghindarkan anak dari sistem peradilan pidana yang bisa jadi justru tidak akan membuat jera anak, namun juga karena Pesantren dianggap sebagai institusi pembinaan yang lebih ramah terhadap anak. Dengan menggunakan model pembinaan religius diharapkan dapat menyentuh hati anak dan mengubah cara pandang mereka terhadap hidup sehingga anak dapat berubah menjadi lebih baik ke depannya. Ponpes Darul Falah Gunung Besar menjadi pilihan untuk menitipkan anak setelah melalui kerelaan pengasuh Ponpes, yaitu Guru Muhammad Jarni yang akan menjadi pengasuh anak selama proses pembinaan.

 

Pembinaan anak oleh Peksos dan Pensos

 

Penanganan terhadap ABH di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu tidak berhenti sampai penyerahan anak ke Ponpes saja namun berkesinambungan demi kepentingan anak. Oleh karena itu pada tanggal 22 Pebruari 2018 Dinas Sosial menurunkan pekerja sosial dan penyuluh sosial untuk melakukan monitoring dan pembinaan terhadap anak berhadapan hukum (ABH) yang berdasarkan hasil Diversi disepakati untuk dititipkan di Ponpes Darul Falah, Gunung Besar. Monitoring dilaksanakan untuk melihat kondisi anak pasca dititipkan di Ponpes serta dilakukan pula asesmen Psikologis terkait keinginan dan harapan anak selama menjalani masa pembinaan di tempat tersebut. Keinginan dan harapan anak dipandang perlu diperhatikan sebab proses pembinaan yang baik selayaknya tidak hanya satu arah tapi juga memahami kondisi dan keinginan anak sehingga pesan-pesan yang ingin dimasukkan dapat tersampaikan dengan baik kepada anak. Selama proses pembinaan, anak juga diberikan penguatan dan motivasi agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam mengikuti arahan pengurus Ponpes dan melaksanakan kegiatan sebagaimana anak lainnya.

Penyerahan Bansos

 

Setelah melalui proses pembinaan diberikan pula bantuan sosial berupa perlengkapan sholat dan pakaian sehari – hari kepada anak mengingat setelah proses diversi dan dititipkan anak belum mempunyai perlengkapan harian satupun. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keperluan anak dalam melaksanakan kegiatan di Pondok Pesantren Darul Falah. (Rz)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *