Penanganan Gelandangan dan Pengemis (GEPENG)

Masalah gelandangan dan pengemis merupakan masalah klasik yang dialami setiap kabupaten atau kota berkembang termasuk Kabupaten Tanah Bumbu. Tanah Bumbu yang mempunyai letak geografis di pinggir pantai dengan pelabuhan transit dari Jawa kerap kali menjadi tempat tujuan dari banyak orang untuk mengadu nasib. Namun karena minimnya skill yang dimiliki, terkadang membuat mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan dan memutuskan untuk menjadi pengemis.

Penanganan gelandangan dan pengemis sampai saat ini masih terus dilakukan oleh Dinas Sosial bekerja sama dengan Satpol PP. Seperti pada tanggal 23 Januari 2018 telah dilaksanakan serah terima gepeng berjumlah dua orang dari satpol PP kepada Dinas Sosial oleh Kasatpol PP kepada Ibu Siti Zaleha selaku kepala seksi penyandang disabilitas, tuna sosial, dan korban perdagangan orang. Gepeng tersebut kemudian dibina oleh pekerja sosial dan diberikan kesadaran agar tidak melakukan kembali pekerjaannya tersebut. Mereka juga mendapatkan sosialisasi larangan mengemis di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan diminta untuk menandatangani perjanjian tidak akan mengulangi pekerjaan itu.

Pembinaan Gepeng Oleh Pekerja Sosial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah mendapatkan pembinaan, pada tanggal 25 Januari 2018 Gepeng dipulangkan kembali ke daerah asal melalui Pelabuhan Samudera Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Di daerah asalnya diharapkan gepeng akan memulai hidup baru dengan pekerjaan baru yang tidak melanggar peraturan.

Pemulangan Gepeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *