DINSOS PULANGKAN ANAK PUNK KE DAERAH ASAL

KABAR DINSOS (23/10) –  Sebanyak empat orang anak punk terjaring dalam razia ketertiban oleh Satpol PP pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 kemarin. Anak-anak punk yang terdiri dari satu orang perempuan dan tiga orang lelaki ini ditangkap ketika sedang mengamen di SPBU Batulicin arah pelabuhan Speed ke Kotabaru. Mengingat usia mereka yang rata-rata masih di bawah umur, Satpol PP kemudian menggiring anak-anak ini ke Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Fenomena anak-anak punk yang berkeliaran di jalanan belakangan ini memang merupakan masalah sosial tersendiri. Dengan penampilan rambut ala Mohawk berwarna kekuningan dan celana belel berlubang-lubang  membuat mereka nampak menakutkan. Belum lagi kegiatan mereka mengamen dari satu tempat ke tempat lain dianggap semakin meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat. Di sisi lain, anak-anak ini juga tidak dapat di bawa ke kantor polisi sebab tidak pula melakukan tindakan kejahatan secara langsung.

Anak-anak punk menjalasi tes pemeriksaan darah untuk HIV AIDS

Setelah dilakukan pendataan, diketahui mereka berasal dari daerah Banjarmasin dan sengaja datang ke Tanah Bumbu serta berpindah-pindah kota dalam menjalankan aksinya. “Rata-rata anak-anak ini berasal dari keluarga broken home dan kurang perhatian dari orangtuanya. Mereka pernah merasakan bangku sekolah namun lebih memilih berada di jalanan karena ingin merasakan kebebasan dan mencari pengalaman”, ujar Ahmad Murdhillah Sakti Peksos Perlindungan Anak yang sempat melakukan asesmen terhadap anak-anak tersebut.

Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam menangani anak-anak punk tersebut. Sebelum dipulangkan kembali ke daerah asalnya di Banjarmasin, mereka sempat menjalani pemeriksaan darah untuk tes HIV. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan penyebaran HIV AIDS di komunitas anak jalanan. (Rz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *